Ranai – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional jatuh pada hari Minggu, 21 Pebruari 2021. Sampah merupakan masalah nasional dan menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Seiring dengan pengembangan destinasi wisata di Natuna, sampah merupakan hal yang harus diperhatikan dalam sebuah objek wisata untuk meningkatkan daya tarik sebuah objek wisata.
Sampah di objek wisata pantai Natuna merupakan sampah kiriman akibat perubahan musim. Apalagi saat ini masyarakat Natuna mengenal musim utara dengan tiupan angin yang kuat, gulungan ombak yang besar, laut memutih bagaikan air susu, sampah betebaran di laut dan dihantarkan ke bibir pantai.
Melalui Kegiatan Natuna Peduli Sampah semua elemen masyarakat, OPD, TNI dan Polri saling bahu-membahu, bergandeng tangan bersama masyarakat membersihkan sampah di sekitar pekarangan maupun di berbagai objek wisata.
Pantai Teluk Baruk, Pantai Sepempang dan Desa Wisata Mekar Jaya tidak luput dari perhatian dalam hal penanganan sampah. Masyarakat tumpah ruah menyisir sampah di lokasi kebanggaan masyarakat tersebut. Kini pantai dan desa wisata tersebut kembali berkilauan dengan hamparan pasir putih yang memikat wisatawan.

Hardinansyah sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna yang hadir bersama Supardi (Sekretaris Disparbud), Kardiman (Kabid Pemasaran Pariwisata Disparbud) beserta Pejabat Struktural Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, mengapresiasi langkah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna bersama Markas Palang Merah Indonesia Kabupaten Natuna bersama komunitas yang telah menginisiasi kegiatan peduli sampah ini.
Masih di tempat yang sama, Muhammad Alim Sanjaya (Ketua Badan Pengelola Geopark Natuna) mengajak masyarakat untuk peduli sampah. Apalagi Natuna telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional dan persiapan menuju warisan dunia melalui Unesco Global Geopark (UGGp). “Pengelolaan sampah di setiap geosite merupakan salah satu point penilaian untuk masuk ke Unesco”, imbuhnya.
Sebuah event kecil namun memberikan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan. Berawal dari hal kecil inilah Natuna menjadi inspirasi dalam kehidupan, pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, pengembangan daya tarik dan sebagai destinasi tujuan wisata di masa yang akan datang. Mari wujudkan itu !!! (KD).

