Ranai – Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda menjadi Keynote Speaker pada acara Webinar Kemerdekaan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN UGM Yogyakarta. Wakil Bupati melaksanakan Webinar di Kantor Bupati Natuna, (Sabtu (21/08/2021).

Kegiatan ini diselanggarakan secara virtual mengangkat tema “Pengembangan Kawasan Pariwisata Natuna Dalam Menyokong Kebangkitan Ekonomi Indonesia”. Yang bertindak sebagai moderator Mahasiswa UGM, Muhammad Ibnu Azzulfa.

Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda yang didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna Hardinansyah menyampaikan webinar secara spesifik dan informatif. Untuk meningkatkan ekonomi di Natuna salah satunya dengan meramaikan kunjungan orang luar ke Natuna, sehingga Natuna menjadi ramai. Strategi ini ini sudah dilaksanakan dengan cara program transmigrasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat, namun belum mampu menjadikan Natuna sebagai daerah yang maju. Alternatif selanjutnya adalah dengan meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Orang datang ke Natuna membelanjakan uang, jalan-jalan, tidak mengambil apapun dari kita dan dia pulang membawa kenangan”, kata Wakil Bupati mengawali webinarnya. Dengan meningkat kunjungan wisatawan di Natuna secara otomatis Natuna akan berbenah. “Secara otomatis Natuna akan berbenah, karena pariwisata berhubungan dengan kebersihan, keindahan, kenyamanan dan keamanan”, imbuhnya.
Rodhial Huda menambahkan pembangunan Natuna kedepan akan dibungkus dengan nilai pariwisata. “Membangun pertanian, pertanian bernilai wisata, buat pasar ikan, pasar ikan bernilai pariwisata, buat pelabuhan, pelabuhan yang bernilai pariwisata, kebun yang bernilai pariwisata. Semua sektor dibangun dengan nilai pariwisata”, sambungnya.

Potensi Natuna yang terbesar adalah pariwisata dan Perikanan. Kemudian Wakil Bupati juga menyampaikan masalah terbesar untuk memajukan Natuna adalah membuat potensi tersebut menjadi uang. Tidak cukup hanya dengan membicara potensi saja. “Yang harus dilakukan untuk Natuna adalah satu pikiran pemerintah Indonesia menjadikan Natuna kawasan ekonomi baru, yakni kawasan ekonomi perikanan atau lebih luas kawasan ekonomi maritim”, pungkasnya.
Pada kesempatan ini Wakil Bupati Natuna juga menyampikan minat orang luar untuk datang ke Natuna, namun terbatasnya aksesibilitas. “Orang banyak ingin ke Natuna tetapi akesibilitas yang terbatas. Makanya Natuna dari dulu dalam programnya Pak Habibie yakni BP3N (Badan Pengelola Pembangunan Pulau Natuna) ingin membangun Internasional Air Port dan Internasional Cruise Port, karena jalur perdagangan internasional”, tambahnya.

Jalur lalu lintas laut internasional terbesar salah satunya di Natuna merupakan jalur ALKI 1 (Alur Laut Kepulauan Indonesia). Laut Natuna dilewati 2 ratusan kapal perhari yang berlayar dari Asia Timur ke Asia Barat dan Eropa maupun dari Eropa ke Asia Barat dan Asia Timur.
Di akhiri penyampaian Wakil Bupati Natuna, ditambah dengan 2 buah pantun sebagai ciri mayoritas suku melayu di Natuna.
Webinar ini diikuti 100 peserta, terdiri dari mahasiswa, komunitas, ASN, ketua ASPBABRI Kepri, akademisi, media dan pelaku wisata. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dari perserta. Lalu ditutup dengan foto bersama secara virtual.
(DT)

