Tanjung Senubing The Most Exotics Stones in Kepri

Pujian sebagai destinasi alam yang paling eksotis tersebut sering didengar dari para petualang yang sudah malang melintang di jagat “pertravelingan”. Salah satu komunitas fotografer yang bersatu mengekspos destinasi paling hits adalah website ; Indonesia Related Content Worth Sharing yang di unggah pada tanggal 13 Januari 2015. Melalui artikelnya mereka mengapresiasikan kekagumannya terhadap objek dan daya tarik wisata yang paling dipuja dari 34 Provinsi di Indonesia dengan judul yang menggugah minat para pencinta traveling untuk menjelajah alam dan budaya seantero nusantara dengan tagline “The Emerald of The Equator 34 of Indonesia”s Provinces in 34 Magnificent Pictures”. Tanjung Senubing merupakan sebuah nama tempat yang berada dipantai timur Kota Ranai Kabupaten Natuna. Di tempat ini terhampar batu-batuan dengan berbagai bentuk dan ukuran. Apabila dilihat dari gardu pandang di ketinggian bukit Senubing. Bentuknya yang menggelitik mata untuk menatap kagum setiap yang memandangnya adalah anugerah sang pencipta alam yang menata hamparan bebatu bagaikan terserak dengan susunan bergradasi dinamis namun harmonis dan sangat indah dipandang mata dari ketinggian. Jika dilihat dari arah laut terlihat beberapa bebatuan raksaya yang bertumpuk-tumpuk serta menyebar dibeberapa arah. Bebatuan yang juga dikenali oleh penduduk setempat sebagai Batu Sindu ini terdapat sebuah goa di sela-sela bebatuan tersebut. Keberadaan Batu Sindu juga tak luput dari Legenda yang diceritakan turun temurun. Bentang alam Tanjung Senubing sangat variatif mulai dari pantainya hingga perbukitan dengan ketinggian 0 hingga sekitar seratus mdpl bahkan lebih lebih. Batu-batuan yang tersebar merupakan bebatuan alam yang keras dan dapat dimanfaatkan sebagai materi campuran bahan bangunan bangunan sehingga bagi masyarakat sekitar batu-batuan alam tersebut diolah atau ketok dan di hancurkan berbentuk pecahan atau bongkahan batu dengan ukuran tertentu untuk dijual kepada toko material dan mendapatkan penghasilan yang cukup lumayan bagi menopang kehidupan mereka sehari-hari meskipun untuk aktivitas tersebut seharusnya tidak berkelanjutan mengingat sangat pentingnya dipertahankan kondisi alam yang ada saat ini. Panorama alam yang indah merupakan potensi utama dari obyek yang dijadikan unggulan pariwisata ini sehingga setiap hari terutama hari libur warga Ranai dan pendatang bahkan wisatawan berdatangan ke lokasi ini. Kebanyakan hanya melihat lihat pemandangan laut dari atas bukit dan duduk-duduk sambil bercengkerama. Aktivitas lainnya belum banyak dilakukan pengunjung karena ketiadaan fasilitas dan sarana prasarana penunjang. Fasilitas tersebut antara lain: adanya gardu pandang, ketersediaan makan minum atau kuliner, areal parkir ataupun alat dan sarana fotografi. Agar potensi ini tidak menjadi sia-sia hendaknya perlu dilakukan upaya pengembangan kepariwisataan dalam bentuk prioritas pembangunan agar dapat membuat obyek wisata keindahan alam ini menjadi lebih menarik dengan mengeksplorasi otentisitasnya yang dilihat dari berbagai perspektif, baik pemandangan dari atas dataran tingginya untuk melihat kearah bawah yaitu hamparan bebatuan yang ada di bawah bukit dan lautan yang luas, maupun pemandangan dari arah laut ke atas perbukitan. Disamping itu Pembangunan sarana dan prasarana pendukung aksesibilitas seperti jalan menuju ke lokasi obyek wisata perlu dibenahi dan layak agar kendaraan pengunjung dapat mencapai lokasi yang diinginkan. Sebuah obyek yang menjadi daya tarik wisata harus ada aktifitas yang dilakukan oleh pengunjung yang bukan hanya melihat-lihat dan langsung pergi lagi. Aktifitas wisata yang dapat dilakukan oleh wisatawan di Tanjung Senubing adalah antara lain, kegiatan fotografi pemandangan alam, fotografi modelling maupun pre wedding. Disamping itu juga dapat dilakukan kegiatan trekking dari atas kebawah perbukitan dan menelusuri bebatuan dan goa, aktifitas kayakin atau menaiki sampan kolek khas melayu untung menelusuri pantai disisi perbukitan batu sindu dengan rute dari batu kapal hingga senubing, juga kegiatan duduk santai untuk bercengkrama dan mencari inspirasi lukisan dan tulisan. Dipantai bawah batu sindu juga bisa dilakukan aktifitas berenang di air laut yang jernih berpadu dengan pantai pasir putih yang bersih. Di Lokasi Batu Sindu bisa saja diadakan event seperti lomba fotografi, aktifitas hiking bahkan trekking bagi wisatawan minat khusus. Satu kata yang dapat diucapkan setelah mengunjungi objek wisata alam ini adalah “AMAZING”. ***

SENUBING CAPE IS THE MOST EXOTIC STONE IN KEPRI

It is frequently heard from travellers in the travelling world that Senubing Cape is a most exotic nature destinations. Indonesia Related Content Worth Sharing was one of photographers community website that has exposed this destination at 13 January 2015. They have appreciated through their article their admiration to objects and attractions that most revered of the 34 provinces in Indonesia with a title that arouse the interest of travelers to explore nature and culture around the archipelago with the tagline “The Emerald of the Equator 34 of Indonesia ‘s Provinces in 34 Magnificent Pictures”. Tanjung Senubing is a place at the east coast ofRanai city, Natuna. There are various shapes and sizes stones laid in this place. When it is viewed from the observation post at the height of Senubing hill, its form that ticklled eyes to stare in awe every beholder is a gift of nature creator that organized expanse stone like scattered and graded dynamic composition yet harmonious expanse stone and very beautiful from height view. From the sea direction, there is some giant rock piles spread in several directions. The locals known as the Sindu Stone and there is a cave in between the rocks. The existence of Batu Sindu is united with the urban legend passed down from generation to generation. The landscape of Cape Senubing is highly varied, with an altitude of 0 to about 100 meters above sea level even more from the beach to the hills. That scattered rocks are hard natural rock and can be used as a building material mixture so that the locals have been processing and pounding those natural rocks into shaped fragments of certain size, to be sold to a hardware store and earn pretty good income to sustain their daily lives although for such activities should not be sustainable due to it is very importance to maintain that present nature condition. Beautiful natural scenery is the main potential of this tourism object so that Ranai residents and newcomers even tourists flock to this location especially on holidays. Most of them just enjoys the view from the top of the hill and sit and mingle. There are no other activities due to lack of facilities and supporting infrastructure. Those facilities include: the presence of the substation view,culinary stalls, parking area and photography tools. In order to maximize this potential and not being wasted, it would be necessary to do some tourism development effort in priority scale to make this stunning object more interesting, by explore its authenticity as seen from various perspectives, either view from the top of the high plains to look that rock expanse in the bottom of the hill and vast ocean or the view from the sea to the hills. And then, it is necessary need to develop construction of facilities and infrastructure, such as fine road for accessibility to the location so visitors can reach the desired location by their vehicles. An object as a tourist attraction should have activities that can be done by visitors so they would have good experience instead of just come and go and do nothing. Tourism activities that can be carried by tourists in Senubing cape are natural scenery photography, modeling and pre wedding photography, hiking, tracking and explore the rocks and caves, kayaking or kolek sailing (traditional dinghy or canoe) down the beach at the side of the Sindu rocky hills (the route is from Batu Kapal to Senubing), also sit back for a chat, reading, painting and writing. Other activities are swimming in the clear sea water mixed with clean white sand. It is also possible to do some event like photography competitions and special interest tourism. One word can be pronounced after visited this nature attraction which is “AMAZING”.
Share This :