Kesenian Alu-lesung/Ngemping di Kecamatan Bunguran Selatan Kabupaten Natuna

Di kabupaten Natuna Kepulauan Riau kesenian Alu Lesung yang dulu lebih dikenal dengan nama mengemping/ngemping oleh masyarakat asli Natuna masih dilakukan di beberapa desa. Contohnya di Kecamatan Bunguran Selatan tepatnya di Desa Cemaga Tengah dan Cemaga Utara.

         Walaupun jarang terlihat generasi muda yang bergabung. Namun, ngemping masih dilakukan setiap tahunnya oleh masyarakat Bunguran Selatan. Sekarang ngemping telah berubah menjadi kesenian Alu Lesung agar kegiatan tradisional ini tidak punah karena sekarang sudah sangat bergeser. Untuk mempertahankan kegiatan menumbuk dengan Alu masyarakat Kabupaten Natuna mengubah fungsi alu menjadi kesenian tradisional daerah. Seiring berjalannya waktu,kegiatan Alu Lesung digantikan dengan alat dan mesin canggih untuk menggiling padi dan hasil pangan lainnya.

 

Masyarakat Kecamatan Bunguran Selatan masih menggunakan Alu juga dikarenakan hasil panen yang tidak terlalu banyak sehingga masih bisa menggunakan Alu-lesung. Mereka berkumpul untuk menumbuk padi dimalam hari dan menikmati emping bersama-sama sambil bercerita dan bergurau.

 

Mereka berkumpul disatu rumah warga yang telah disepakati bersama. Tidak jarang biasanya mereka juga menitipkan emping untuk warga yang tidak dapat hadir, terlihat jelas bahwa dari kesenian Alu-lesung ini juga dapat mempererat silaturahmi warga desa di Kecamatan Bunguran Selatan.

 

Dari segi pemain dan jumlah pemain memang sangat kurang tapi rasa ingin tetap melestarikan tradisi lesung-alu atau ngemping ini masih sangat diminati masyarakat Kecamatan Bunguran Selatan. Permainan lesung Alu akan mengeluarkan irama yang lebih merdu jika dimainkan oleh orang yang lebih mahir dan lebih kompak. (Eci)

Share This :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *