Mengenal Geosite Pulau Akar Lebih Jauh

Cemaga – Pulau  mungil nan elok ini memiliki luas sekitar 50 m2. Pulau ini berada di Desa Cemaga, Bunguran Selatan, Natuna. Pulau mungil ini memiliki daya tarik yang memikat wisatawan untuk duduk bersantai di bawah rindangnya pepohonan yang tumbuh di antara bebatuan pulau ini. Diiringi dengan menikmati pemandangan laut lepas yang menawan.

Berbicara tentang mengunjungi pulau, maka kita akan berpikir bahwa kita harus menyeberangi laut menggunakan kapal. Nah, khusus akses ke Geosite Pulau Akar, kita tidak perlu kesana menggunakan kapal. Akses dari kota Ranai ke Pulau Akar hanya memakan waktu sekitar 40-50 menit menggunakan motor atau mobil. Dilanjutkan dengan berjalan kaki menyebrangi jembatan yang panjangnya sekitar 100 meter dari Desa Cemaga.

Pulau ini memiliki beberapa gazebo. Gazebo inilah yang digunakan  para wisatawan untuk bersantai disana sambil menikmati keunikan pulau yang terdiri dari bebatuan, pepohonan rindang, jernihnya laut lepas, dan birunya langit. Pulau Akar akan lebih menarik lagi jika dikunjungi beberapa saat sebelum matahari terbit. Hamparan sinar hangat yang tercermin di lautan saat matahari terbit membuatnya terlihat semakin indah.

Pulau Akar memiliki bebatuan tertua di Natuna dan menjadi sebagai salah satu geosite di Natuna. Bebatuan di pulau ini berjenis basalt berwarna hitam kehijauan. Bebatuan ini berasal dari kerak samudra dan berumur sekitar 188-144 juta tahun lalu. Namun, karena keberadaannya yang terbatas, maka bebatuan basalt di pulau ini perlu dilindungi.

Bagi wisatawan yang tidak membawa bekal bisa mampir untuk membeli makanan disekitar Desa Cemaga. Mari berkunjung ke Pulau Akar dan nikmati sensasi liburan santai yang menyenangkan. (ITN/DT)

Share This :