Perjalanan Backpacker Australia di Natuna

Suatu hari menjelang tengah hari yang panas, dua orang pria asing berjalan menelusuri pelataran Masjid Agung Natuna dengan wajah dan penampilan khas “backpacker” keduanya tampak antusias berkeliling area Masjid Agung Natuna. Tampak kekaguman bercampur kebingungan dari ekspresi wajah keduanya. Kekaguman melihat kemegahan Masjid Agung yang mereka ekspektasikan untuk melihat dari dekat ketika mereka masih melayang diangkasa Kota Ranai dengan menggunakan pesawat Wings pada hari Kamis, 14 Januari 2016 yang lalu. Dalam benak keduanya tersimpan keterpesonaan terhadap landskap bangunan yang dibangun sejak tahun 1998 tersebut. Rasa keingin tahuan mereka mendapat titik terang ketika mereka telah mendarat dengan selamat dan langsung dijemput oleh pemgusaha Hotel Natuna yaitu bapak Akiang yang tentu saja telah menawarkan kedua tamu asing tersebut untuk menginap di Hotel miliknya. Dari informasi yang mereka terima, mulailah perjalanan traveling du Pulau Bunguran ini bermula. Tentu saja tujuan awal mereka menuju ke destinasi yang mereka lihat dari udara tersebut yang mereka tuju. Ekspresi kebingungan adalah karena sesampainya mereka berdua di areal Masjid Agung Natuna tidak banyak petunjuk dan informasi yang mereka temukan. Niat hati ingin mencoba masuk ke pelataran dan ke dalam Masjid Agung Natuna. Namun karena masih terselip etika adat budaya dan agama masyarakat setempat tentunya mereka menahan diri. Mereka tau bahwa untuk masuk ke dalam Masjid tidak bisa sembarangan. Ada aturan tertenntu misalnya masuk harus dalam keadaan bersih dan tidak memakai alas kaki serta harus berpakaian sopan. Mereka mengetahui benar adanya etika dan aturan tersebut sehingga muncul dilema dihatinya. Dalam keadaan bimbang yang menyelimuti hatinya, untung saja bertepatan dengan bertemunya kedua turis dengan salah seorang staf Dinas Pariwisata Natuna. Ibarat ”pucuk dicinta ulam tiba”, sang staf membawa kedua turis asing tersebut ke petugas Dinas Pariwisata yang menangani wisatawan asing yaitu di Bidang Pemasaran yang menangani tugas memandu wisata dan informasi pariwisata. Dari pertemuan tersebut mereka mendapat penjelasan dan informasi yang mereka ingin ketahui tentang obyek dan atraksi wisata apa saja yang dapat mereka kunjungi, dan nikmati yang ada di Pulau Bunguran Kabupaten Natuna ini. Adapun kedua turis yang datang bernama Steve dan Mike tersebut berasal dari Australia. Mereka menemukan Natuna adalah dari browsing di internet dan sangat tertarik akan keelokan dan kealamian pemandangan dan kontur alam yang ada di Natuna sehingga mereka memutuskan untuk bertandang ke destinasi yang menarik hatinya tersebut. Sebelumnya mereka sudah dari perjalanan ke Malaysia kemudian menyinggahi Batam dan langsung ke Natuna. Keduanya sangan antusias dan terkesan dengan kondisi alam Natuna. Karena itu dengan tidak sungkan staf Dinas Pariwisata memberikan informasi yang seluas-luasnya tentang segala informasi destinasi yang ada di Natuna dan memberi kemudahan dengan melampirkan nomor kontak jika dibutuhkan. Informasi yang diberikan berupa brosur, buku-buku Pariwisata Natuna, dan Tourism Map. Sebagai langkah awal mereka memutuskan untuk menelusuri mulai dari pesisir utara pulau Bunguran. Dengan rasa terima kasih, mereka pun berlalu dengan mengendarai sepeda motor rental. Selamat Berpetualang di Alam Natuna yang merupakan surga yang tersembunyi.(Hafiz/Kabid Pemasaran) **
Share This :