
Setelah melakukan persiapan cukup matang untuk menyambut kedatangan peserta sail dari berbagai negara, Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Pariwisata telah membuat rundown acara yang direncanakan jauh hari sebelumnya
yaitu: mulai tanggal 2 Juni 2016 untuk menyambut dan memberkan informasi kepada para pelayar, hari berikutnya yaitu tanggal 3 Juni dilakukan menyambut secara resmi di Tanjung Kumbik Kecamatan Pulau Tiga sekaligus mendata CIQP (Custom, Imigration, Quarantine, Port). Pada tanggal 4 Juni 2016 siang sedianya turis akan berlabuh di Pantai Tanjung dengan kegiatan city tour bagi turis yang dipandu oleh guide yang dilanjutkan dengan diadakannya perhelatan hiburan malam dan temuramah dengan jajaran Pemkab Natuna. Menurut skedul mereka akan melanjutkan perjaanan ke wilayah timur Malaysia pada tanggal 5 Juni 2016.
Selang dua hari sebelum hari diterima informasi bahwa peserta sail ternyata memutuskan untuk tidak menyinggahi destinasi pantai tanjung pada hari ketiga. Mereka mengatakan ada informasi bahwa penyambutan akan tidak maksimal jika dilakukan pada saat memasuki bulan puasa sehiingga sebagian dari peserta sail tidak menyinggahi pulau pulau yang ada di Natuna. Peserta yang semula mendaftar ada sekitar 40 Yacht dengan 96 turis, namun yang benar-benar mengunjungi Natuna hanya 14 kapal yacht dengan 26 turis. Namun the show must go on. Acara yang akan digelar di Pantai Tanjung kemudian segera dipindahkan ke Tanjung Kumbik Pulau Tiga. Kedatangan turis disambut pada tanggal 3 Juni, dan tanggal 4 Juni dilakukan acara malam hiburan.
Segala perubahan yang terjadi adalah hal biasa dan tidak membuat Natuna berkecil hati apalagi patah semangat. Dengan tetap memberikan pelayanan terbaik meski jumlah turis yang datang belum sesuai rencana semula namun dapat diambil sisi positifnya. Turis yang datang benar-benar adalah mereka yang menyukai kendahan alam Natuna dan memberikan kepuasan bagi mereka. Penyambutan dan pelayan yang dilakukan juga cukup prima. Sesuai yang direncanakan, para tour guide membawa para turis mengunjungi beberapa obyek destinasi bahari yang ada di Pulau Tiga. Walau bukan yang dipersiapkan sebelumnya yaitu diving dan snoorkeling di Pulau Setannau dan Setai yang biasa dlakukan oleh turis kapal pesiar Orion. Hal tersebut adalah karena adanya kesalahpahaman antar desa yang ada di Pulau Tiga akibat kurang komunikasi dan koordinasi. Tentu saa hal semacam ini dapat menjadi penghambat kunjungan wisatawan diimasa yang akan datang jika tidak segera diselesaikan.
Hal yang cukup membesarkan hati adalah adanya dua kapal yacht yang ingin menyinggahi Pantai Tanjung dan dengan panduan para tour guide dari Dinas Pariwisata Natuna, mereka melakukan perjalanan darat dengan city tour untuk membeli persediaan perbekalan sekaligus menikmati makan di tempat-tempat yang memang sudah disiapkan sebelumnya. Turis ersebut menyatakan kepuasannya dapat mengunjungi Natuna.
Setiap kegiatan yang dilakukan hendaknya dapat dievaluasi untuk dapat lebih baik dimasa-masa yang akan datang. Evaluasi mulai dari kesiapan anggaran, rundown acara yang sesuai keinginan turis, koordinasi terbuka dan berkesinambungan dengan event organizer, masyarakat di sekitar obyek wisata yang dikunjungi, pelaku usaha wisata dan dinas instansi terkait. Sehingga kegiatan penyambutan dan fasilitasi terhadap wisatawan yang datang berkunjung juga akan lebih optimal dan memberikan kepuasan bagi semua pihak yang terlibat.
Adapun tujuan dan target dari pelaksanaaan kegiatan Wonderful Sail Natuna 2016 tersebut adalah meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara melalui jalur kapal wisata yacht. Selain itu adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat disekitar obyek wisata, meningkatkan peran industri wisata seperti travel agent, hotel, restoran/rumah makan, penjualan souvenir, dan pelaku usaha wisata lainnya seperti penyedia sarana transportasi. Untuk mencapai tujuan dan target tersebut perlu adanya peran serta dari semua stakeholder pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat yang bersatu padu dalam meningkatkan citra pariwisata Natuna. ***